NAMROLE, MEDIAINDONESIANEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Buru Selatan meliris Pertumbuhan Ekonomi Buru Selatan triwulan III-2024, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel serta Transportasi Kabupaten Buru Selatan Bulan Oktober Tahun 2024 mengalami peningkatan (Naik). Kegiatan tersebut berlangsung di Agriculture BPS setempat. Senin, (16/12/24).
Penyampaian rilis dipimpin oleh Kepala BPS Kabupaten Buru Selatan Herthy Diana Soumokil, SST
Dalam rilis Pertumbuhan Ekonomi Buru Selatan triwulan III-2024, Herthy menyampaikan bahwa, perekonomian Buru Selatan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 mencapai Rp 478,00 Miliar rupiah, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 270,25 Miliar rupiah.
“Ekonomi Buru Selatan triwulan III-2024 terhadap triwulan III-2023 (Y-on-Y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,41 persen”, tutur Herthy. “Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai sektor tersier sebesar 6,82 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi akhir rumah tangga (PK-RT) yang tumbuh sebesar 3,56 persen”, imbuhnya.
Lebih lanjut Herthy menyampaikan, ekonomi Buru Selatan triwulan III-2024 terhadap triwulan II-2024 (Q-to-Q) mengalami pertumbuhan sebesar 1,88 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada sektor primer sebesar 4,27 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai olek Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,85 persen. Ia juga mengatakan, ekonomi Bursel kumulatif triwulan III-2024 dibanding kumulatif triwulan III-2023 tumbuh sebesar 4,68 persen (C-to-C). Dari sisi produksi, mengalami pertumbuhan tertinggi adalah pada sektor tersier sebesar 5,92 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi akhir rumah tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 4,21 persen.
“Struktur PDRB Buru Selatan menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Buru Selatan masih didominasi oleh sektor tersier sebesar 50,61 persen dan diikuti oleh sektor primer sebesar 36,87 persen, dan sektor sekunder sebesar 12,52 persen,” pungkasnya.
Sementara itu dikatakan Kepala BPS Bursel bahwa, Struktur PDRB Buru Selatan menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 tidak menunjukkan perubahan yang berarti.
“Dan Perekonomian Buru Selatan masih didominasi oleh komponen komponen Konsumsi Akhir Rumah Tangga (PK-RT) yang mencakup lebih dari separuh PDRB Buru Selatan yaitu sebesar 85,82 persen, diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 46,75 persen, komponen Konsumsi Akhir Pemerintah (KAP) sebesar 45.00 persen, dan komponen lainnya sebesar -77,56 persen,” terang Herthy.
Selanjutnya dalam rilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Buru Selatan Tahun 2024, Kepala BPS Bursel ini menyampaikan bahwa, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Buru Selatan di tahun 2024 ini mencapai 68,54, meningkat 0,86 poin atau 2,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 67,68.
“Selama 2020–2024, IPM Buru Selatan rata-rata meningkat sebesar 0,90 persen per tahun,” jelasnya.
Dikatakan Herthy, Jika dilihat dari peningkatan IPM 2024 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak. Diantaranya;
Pertama, umum panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk hidup hingga 70,28 tahun, meningkat 0,17 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Kedua, pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun pada tahun 2024 meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 12,84 tahun menjadi 12,85 tahun.
Sementara itu, sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,25 tahun, dari 8,23 tahun menjadi 8,48 tahun pada tahun 2024.
Ketiga, standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) pada tahun 2024 meningkat 366 ribu rupiah atau 4,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Kemudian dalam rilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel dan Transportasi Buru Selatan Bulan Oktober 2024, Herthy menyampaikan bahwa, berdasarkan penghitungan malam kamar terjual di hotel di Kabupaten Buru Selatan di bulan Oktober 2024 mencapai 8,57 persen.
Nilai tersebut lanjut Herthy, naik 2,42 poin jika dibandingkan dengan TPK hotel di bulan September 2024 yang tercatat sebesar 6,15 persen.
Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di kabupaten buru selatan di bulan Oktober 2024 mencapai 8,57 persen atau naik 2,42 poin dibanding September 2024. Dan jika dibandingkan dengan TPK hotel bulan Oktober 2023 yang tercatat sebesar 1,72 persen, TPK hotel di kabupaten buru selatan mengalami peningkatan sekitar 6,85 poin,” jelas Herthy.
“Dan selama bulan Oktober 2024, tamu domestik yang menginap di hotel Kabupaten Buru Selatan tercatat sebanyak 294 orang. Sedangkan untuk tamu asing tidak terdapat yang menginap,” pungkasnya.
Dikatakan Herthy, Adapun jumlah pesawat datang maupun berangkat pada Oktober 2024 sebanyak 17 unit, dan ini mengalami peningkatan sebesar 21,43 persen dibandingkan dengan kondisi pada September 2024.
Sementara itu jumlah kunjungan kapal pada Oktober 2024 sebanyak 56 unit, hal tersebut mengalami peningkatan sebesar 27,27 persen dibandingkan dengan kondisi pada September 2024,” ujar Soumokil.
Selanjutnya kata Herthy, untuk jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat pada Oktober 2024 sebanyak 711 orang, naik 18,11 persen dibandingkan September 2024 tercatat sebanyak 602 orang.
Sementara itu lanjutnya, untuk jumlah penumpang angkutan udara yang datang pada Oktober 2024 sebanyak 556 orang, naik 2,77 persen dibandingkan September 2024 yang tercatat sebanyak 541 orang.
Kemudian dikatakan Herthy, untuk jumlah penumpang angkutan laut yang naik pada Oktober 2024 sebanyak 2.566 orang, dan ini mengalami peningkatan 43,27 persen dibandingkan September 2024 yang tercatat sebanyak 1.791 orang.
“Dan jumlah penumpang angkutan laut yang turun pada Oktober 2024 sebanyak 3.048 orang, maka mengalami peningkatan 37,17 persen dibandingkan September 2024 yang tercatat sebanyak 2.222 orang,” tutup Herthy. (M-04)















