MEDIAINDONESIANEWS.ID — Semangat gotong royong kembali diperlihatkan warga Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Warga secara swadaya membangun jalan tani menuju area perkebunan yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian.
Pembangunan jalan ini melibatkan banyak warga yang bahu-membahu membuka dan meratakan akses penghubung antara permukiman dan lahan pertanian. Ketua Kelompok Jalan Tani Ola, Saharim Nanilette, mengatakan kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
“Pembuatan jalan ini bertujuan mempermudah akses petani dalam mengangkut hasil pangan lokal serta meningkatkan distribusi alat dan bahan pertanian ke setiap lahan warga,” ujar Saharim kepada media ini, Jumat (20/11/2025).
Menurutnya, selama ratusan tahun masyarakat hanya mengandalkan jalur pejalan kaki dengan jarak tempuh mencapai 1 hingga 7 kilometer untuk menuju lahan perkebunan. “Tahapan pembersihan lahan hingga pelebaran jalan sudah rampung, tinggal pengecoran. Saat ini baru selesai pengecoran sepanjang 30 meter dengan lebar 2 meter. Masih tersisa sekitar 7 kilometer yang belum dicor karena keterbatasan bahan,” jelasnya.
Saharim menambahkan, pembangunan jalan ini dikerjakan secara swadaya menggunakan material lokal dan nonlokal dengan peralatan seadanya. Kondisi tersebut membuat proses penyelesaian jalan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Komentar senada disampaikan Ajuan Hitimala, tokoh muda Seram Bagian Barat. Ia mengaku prihatin melihat kondisi pembangunan jalan tani yang sepenuhnya mengandalkan tenaga dan dana masyarakat.
“Saya sempat ikut bergotong royong bersama warga. Jalan ini dibangun hanya bermodalkan semangat dan jiwa kebersamaan, sementara bahan dan alat sangat terbatas. Tentu membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ajuan berharap pemerintah daerah turut memperhatikan kondisi desa-desa yang masih mengalami keterisolasian akibat minimnya infrastruktur pertanian. Menurutnya, ketersediaan akses jalan tani yang lebih baik bukan hanya memudahkan perjalanan menuju lahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil pangan lokal karena distribusi yang lebih efisien.
“Pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (MIN-04)















