MEDIAINDONESIANEWS.ID– Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, menghadiri kegiatan Publikasi Data Stunting Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Weda, Kamis (29/1/2026), sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Dalam sambutannya, Ahlan Djumadil menyampaikan bahwa arah pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas layanan kesehatan primer, serta pengendalian penyakit menular dan tidak menular.
Menurutnya, fokus pembangunan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Penurunan stunting merupakan prioritas pembangunan yang harus ditangani secara serius, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Wakil Bupati. Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kecerdasan, produktivitas, serta daya saing generasi masa depan.
Lebih lanjut, Ahlan menekankan pentingnya publikasi data stunting sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. Data yang akurat dan mutakhir dinilai menjadi landasan utama dalam menyusun intervensi yang efektif, baik melalui pendekatan promotif, preventif, maupun kuratif.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga kader posyandu, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Upaya tersebut diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari masa pranikah, kehamilan, hingga pemenuhan gizi anak usia balita.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah menyampaikan bahwa kegiatan publikasi data stunting tahun 2026 bertujuan untuk menyampaikan kondisi terkini, tantangan, serta rencana tindak lanjut penanganan stunting di wilayah Halmahera Tengah.
Kegiatan ini ditutup dengan pemaparan data dan diskusi bersama sebagai wujud komitmen kolektif dalam mewujudkan generasi Halmahera Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kabiro Halteng: (Munces)















