banner 970x250

Kaltara Fokus Kembangkan Wisata Alam dan Budaya, Miliki 338 Destinasi Terdaftar

MEDIAINDONESIANEWS.ID Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata dengan mengoptimalkan potensi wisata alam, budaya, dan wisata buatan yang tersebar di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat sekitar 338 objek wisata telah terdaftar di satu kota dan empat kabupaten di Kaltara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Utara, Njau Anau, usai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (3/6/2026).

Menurut Njau, potensi wisata yang paling menonjol di Kalimantan Utara adalah wisata alam dan budaya yang dikembangkan berdasarkan karakteristik serta keunggulan masing-masing daerah.

“Objek wisata yang kami miliki didominasi wisata alam dan budaya. Pengembangannya disesuaikan dengan potensi yang ada di setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posisi strategis Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata. Kawasan perbatasan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui Kalimantan Utara.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah telah menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) sebagai acuan pembangunan sektor pariwisata. Saat ini, dokumen tersebut sedang ditinjau kembali agar lebih fokus pada pengembangan potensi unggulan, khususnya wisata alam.

“Kami melakukan review terhadap rencana induk pengembangan pariwisata agar pengembangan destinasi lebih terarah dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” katanya.

Njau menilai wisata alam Kalimantan Utara masih memiliki karakter yang alami atau virgin, sehingga berpotensi menarik wisatawan minat khusus dari luar negeri. Meski jumlah kunjungan tidak terlalu besar, segmen wisatawan tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

“Wisata alam yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Mereka datang dalam jumlah terbatas, tetapi memiliki kontribusi ekonomi yang cukup besar,” ujarnya.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan pariwisata di Kalimantan Utara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait konektivitas dan fokus pembangunan destinasi wisata.

Menurut Njau, peningkatan aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Saat ini, Dinas Pariwisata Kalimantan Utara tengah mendorong pengembangan destinasi wisata prioritas yang telah ditetapkan dalam RIPPARDA. Langkah tersebut dilakukan agar setiap daerah memiliki destinasi unggulan yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan.

“Kami fokus pada pengembangan objek wisata prioritas sesuai rencana induk pengembangan pariwisata. Harapannya, setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya empat hingga lima destinasi unggulan yang dapat menjadi daya tarik wisatawan,” pungkasnya. (MIN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page