MEDIAINDONESIANEWS.ID — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan lingkungan, pengembangan pertanian, dan penguatan ketahanan pangan. Hal tersebut disampaikan Lewerissa saat membuka The 2nd International Conference on Environmental Sciences, Agriculture, and Sustainability (ICESAS) 2026, yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Pattimura, di Grand Ballroom The Natsepa Hotel, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa lingkungan, pertanian, dan keberlanjutan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan harus dikelola secara bijaksana demi memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kepentingan generasi mendatang.
“Lingkungan, pertanian, dan keberlanjutan bukanlah tiga hal yang berdiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan menentukan bagaimana kita memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengorbankan kehidupan generasi yang akan datang,” ujar Lewerissa.
Menurutnya, isu tersebut sangat relevan bagi Maluku yang merupakan provinsi kepulauan dengan kekayaan ekosistem laut, pesisir, hutan tropis, serta potensi pertanian yang beragam. Kekayaan alam tersebut merupakan peluang untuk dikembangkan melalui penelitian, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Lewerissa berharap konferensi internasional ini tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah kepulauan.
“Saya minta kerja sama internasional yang dilakukan Universitas Pattimura menjadi ajang penelitian bersama, pertukaran keahlian, transfer teknologi, dan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya Program Pascasarjana Universitas Pattimura, sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku. Menurutnya, kebijakan pembangunan perlu didukung data, bukti ilmiah, serta kajian yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kontribusi dunia akademik, lanjut Lewerissa, sangat dibutuhkan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Pascasarjana Universitas Pattimura yang mewakili Rektor Universitas Pattimura, perwakilan Forum Pimpinan Pascasarjana se-Indonesia, jajaran pimpinan dan sivitas akademika Program Pascasarjana Universitas Pattimura, para pembicara utama. (Red/Diskominfo Maluku)















