MEDIAINDONESIANEWS.ID — Dapur Makan Siang Bergizi (MBG) di Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, terus menunjukkan kiprah positifnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Hingga saat ini, dapur MBG berhasil mendistribusikan sebanyak 3.854 porsi makanan sehat setiap hari ke 49 titik distribusi yang tersebar di berbagai desa di wilayah Namrole dan sekitarnya.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, tetapi juga kelompok masyarakat kategori B3 seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Menjadi tantangan luar biasa bagi Dapur MBG di Desa Wali adalah jangkauan distribusi yang sangat luas hingga ke pelosok desa,” ujar Uci, Staf manager Dapur MBG Desa Waly kepada awak mediaindonesianews.id, Kamis, 13/11/2025.
Lanjutnaya, Namun dengan dukungan tenaga kerja lokal dan kerja sama yang solid, kami memastikan setiap porsi tiba dalam kondisi segar dan tepat waktu,”
Kemudian Uci mangatakan, adapun wilayah penerima suplai makanan sehat dari Dapur MBG Desa Waly meliputi Desa Waefusi, Lektama, Fatmite, Elfule, Labuang, Masnana, Wali, Dusun Wamsoba, Leku, Tikbari, Oki Baru, Oki Lama, hingga wilayah Kilo 7 dan Kilo 9.
Cakupan luas tersebut menunjukkan peran vital dapur MBG dalam menjaga ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat di daerah.
“Selain berfokus pada peningkatan gizi, Dapur MBG juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Program ini memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja—mulai dari juru masak, pengemas, hingga kurir,” pungkasnya.
Ia menambahkan, bahan pangan seperti beras, lauk-pauk, dan sayuran sebagian besar dipasok dari petani dan pelaku UMKM lokal, sejalan dengan kebijakan nasional MBG.
Namun, Uci mengakui bahwa pasokan sayur dan buah dari petani lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan tiga dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Buru Selatan. Akibatnya, sebagian bahan pangan masih harus didatangkan dari luar kabupaten.
“Hal ini membuat perputaran ekonomi lokal belum maksimal karena sebagian anggaran untuk bahan pangan keluar dari wilayah Buru Selatan,” kata Uci.
Dapur MBG di Desa Waly dan Desa Kamanglale kini menjadi contoh sukses implementasi program gizi nasional di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kerja lokal telah menghadirkan manfaat nyata, dan baik dalam peningkatan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Keberhasilan mendistribusikan 3.854 porsi makanan bergizi setiap hari menjadi bukti nyata komitmen MBG Waly dan masyarakat Buru Selatan dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing. (AHL-06)















