MEDIAINDONESIANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan Pemerintah Pusat sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu titik layanan MBG direncanakan berlokasi di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/1/2026).
Hasil penelusuran Mediaindonesianews.id di lapangan menunjukkan, berbagai persiapan telah dilakukan di Gedung MBG yang terletak di Dusun Lingua, Desa Bisui. Pengurus MBG bersama tenaga kerja tampak sibuk mempersiapkan kunjungan Tim Verifikator Provinsi Maluku Utara yang dipimpin Sahlan.
Tim verifikator dijadwalkan melakukan pengecekan data dan dokumentasi, lokasi gedung, dapur umum, ruang pengemasan makanan, peralatan dapur, serta ruang kantor. Seluruh hasil verifikasi tersebut akan menjadi bahan laporan dan persyaratan pengajuan serta persetujuan program MBG di tingkat kabupaten hingga provinsi.
Sahlan menjelaskan, satu titik layanan MBG di Desa Bisui direncanakan melayani empat hingga lima desa sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan. Berdasarkan data sementara, sekitar 1.000 penerima manfaat akan menjadi prioritas program tersebut.
“Untuk mendukung pelayanan, kami menyiapkan sekitar 30 tenaga kerja MBG yang dibagi dalam beberapa bagian, seperti memasak, pengemasan, pencucian peralatan, dan tugas pendukung lainnya agar pelayanan berjalan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator MBG Desa Bisui, Alisabtu, menyampaikan bahwa pihaknya terus mempersiapkan pembangunan kantor serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Hal tersebut dilakukan agar seluruh aspek dapat ditinjau oleh Tim Verifikasi MBG dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
“Semua ini kami siapkan agar memenuhi syarat dan ketentuan Program Makan Bergizi Gratis,” kata Alisabtu.
Terpisah, pengurus MBG lainnya, Rasid Hi. Ramalan, menyebutkan bahwa satu titik MBG di Desa Bisui berpotensi melayani empat hingga lima desa. Mengingat Kecamatan Gane Timur Tengah memiliki delapan desa, pihaknya juga merencanakan pembangunan satu titik dapur MBG tambahan di Desa Matunting.
“Hal ini disesuaikan dengan jarak tempuh maksimal sekitar enam kilometer agar distribusi makanan dapat menjangkau sekolah-sekolah dan warga penerima manfaat secara efektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sahlan menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kesehatan dan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa, menjadi investasi jangka panjang pembangunan SDM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan lokal.
Selain itu, pengurus dan pelaksana MBG diwajibkan menyiapkan dapur umum yang bersih dan sesuai standar, menyediakan bahan pangan bergizi berbasis potensi lokal, menjaga kualitas dan keamanan pangan, serta memastikan mekanisme distribusi makanan berjalan tepat waktu. Seluruh pengelola dapur juga diwajibkan mendaftar secara resmi melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan melengkapi persyaratan administrasi.
Di akhir wawancara, Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pengurus di tingkat satuan pelayanan.
Kabiro Halsel: (Munces)















