Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Diskominfo Maluku Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

MEDIAINDONESIANEWS.ID Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam menghadapi perkembangan era Society 5.0 dan memanfaatkan momentum bonus demografi sebagai kekuatan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Drs. Titus F. L. Renwarin, M.Si., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (28/8/2026).

Mengangkat tema “UKIM S.M.A.R.T: Berintegritas, Adaptif, Inovasi, Inklusif, dan Berdaya Saing Global”, Renwarin menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya transformasi digital.

Menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai penggerak perubahan, inovator, sekaligus kelompok intelektual yang mampu memastikan perkembangan teknologi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Era Society 5.0 menuntut kita tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat,” ujar Renwarin.

Ia menjelaskan, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan berbagai teknologi digital lainnya membuka peluang besar untuk mendukung pembangunan.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan sejumlah tantangan, seperti kesenjangan akses digital, rendahnya literasi digital, keamanan dan privasi data, serta maraknya penyebaran informasi palsu.

Di sisi lain, Indonesia tengah berada dalam momentum bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif. Menurut Renwarin, kondisi tersebut merupakan peluang besar untuk mempercepat pembangunan, tetapi dapat berubah menjadi persoalan sosial apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja.

Karena itu, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan tersebut. Setidaknya terdapat tiga kemampuan utama yang perlu diperkuat, yakni literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan sikap adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Renwarin juga mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu mengembangkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu pengetahuan menjadi inovasi dan solusi nyata. Riset di perguruan tinggi perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kewirausahaan,” jelasnya.

Selain berperan sebagai agen perubahan dan pusat inovasi, mahasiswa juga memiliki fungsi kontrol sosial. Pemanfaatan teknologi, kata Renwarin, harus tetap berlandaskan etika, nilai-nilai kemanusiaan, semangat gotong royong, toleransi, serta rasa cinta tanah air.

Ia menilai, tantangan kesenjangan digital dan kualitas sumber daya manusia perlu dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Penguatan kompetensi digital generasi muda menjadi salah satu kunci agar bonus demografi tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan.

“Saya berharap generasi muda di daerah mampu mengambil peran yang lebih besar dalam transformasi digital, termasuk menciptakan inovasi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Maluku,” tambahnya.

Menurut Renwarin, integrasi antara sumber daya manusia yang unggul, penguasaan teknologi, inovasi, dan etika merupakan modal penting untuk memastikan generasi muda Maluku mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Red/Diskominfo Maluku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page