MEDIAINDONESIANEWS.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri pencanangan pemasangan AHA Poputi atau atap pertama Masjid Quba Al-Bayan Soa Hautuna di Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Masjid Quba Al-Bayan itu turut dihadiri Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Saadiah Uluputty, Wakil Bupati Maluku Tengah, Kapolda Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Direktur Utama PD Panca Karya, Guru Besar Universitas Pattimura Prof. M.J. Sapteno, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimcam Leihitu, Upulatu Negeri Seith, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada panitia, para donatur, dan masyarakat Negeri Seith atas semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pembangunan Masjid Quba Al-Bayan.
Menurutnya, pemasangan atap masjid bukan sekadar tahapan pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kebersamaan, persatuan, dan semakin kokohnya syiar Islam di tengah masyarakat.
“AHA Poputi, yang merupakan istilah lokal masyarakat Negeri Seith untuk pemasangan atap, memiliki makna filosofis sebagai pelindung yang menaungi jamaah serta menghadirkan keteduhan bagi umat,” kata Hendrik.
Ia berharap masjid tersebut kelak tidak hanya menjadi tempat ibadah yang representatif, tetapi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta pembinaan moral masyarakat.
“Saya berharap masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah yang megah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan moral masyarakat yang membawa kesejukan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Hendrik juga menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembinaan umat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat hidup orang basudara hingga pembangunan Masjid Quba Al-Bayan rampung.
Ia juga berharap setiap tenaga, waktu, dan harta yang diwakafkan dalam pembangunan masjid menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir, serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengawal penyelesaian pembangunan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran umat.
Sementara itu, pencanangan pemasangan AHA Poputi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan Masjid Quba Al-Bayan yang dibangun melalui semangat gotong royong masyarakat bersama para donatur. (Red/Diskominfo Maluku)















