Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Hilirisasi Kelapa dan Pala Dimulai, Maluku Dorong Transformasi Ekonomi Daerah

MEDIAINDONESIANEWS.ID — Transformasi sektor perkebunan di Maluku resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang dilaksanakan serentak di delapan wilayah Indonesia, dan diikuti langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah pusat dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Untuk wilayah Maluku, kegiatan dipusatkan di Desa Liang dan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Nefra Firdaus, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta jajaran PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional VIII Awaiya.

Proyek ini menandai pergeseran penting dalam pengelolaan komoditas unggulan daerah. Kelapa dan pala yang selama ini dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, ke depan akan diolah guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat struktur ekonomi daerah.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyambut baik dimulainya hilirisasi kelapa dan pala ini sebagai bagian dari program nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Maluku memiliki potensi besar di sektor perkebunan dengan produksi kelapa yang telah melampaui 100 ribu ton dan pala mencapai ribuan ton per tahun. Namun, sebagian besar hasil tersebut selama ini masih dijual dalam bentuk mentah.

Menurutnya, hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga membuka peluang pengembangan industri pengolahan, memperkuat kemitraan dengan petani, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Meski demikian, Gubernur menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sosial sebagai fondasi investasi.

“Iklim yang kondusif harus kita jaga bersama. Ini investasi untuk masa depan masyarakat Maluku,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dan PT Perkebunan Nusantara dalam memilih Maluku Tengah sebagai lokasi pengembangan industri, serta mendorong sinergi lintas sektor agar proyek berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat aktif dalam proses pembangunan dan menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti fenomena “paradoks kekayaan” yang selama ini terjadi di Maluku, di mana daerah kaya sumber daya alam belum sepenuhnya menikmati hasilnya.

“Kita kirim bahan mentah keluar, mereka olah, lalu kita beli kembali dengan harga mahal. Ini paradoks yang harus diakhiri,” ujarnya.

Ia menilai, hilirisasi menjadi kunci untuk memutus rantai tersebut sekaligus menjawab tantangan pengangguran dan kemiskinan di daerah.

“Kalau tenaga kerja terserap, pengangguran berkurang, dan masyarakat mulai punya harapan,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan pihak perusahaan agar menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

“Kalau sudah untung, jangan lupa masyarakat. CSR harus dirasakan, bukan sekadar laporan,” tegasnya.

Groundbreaking di Awaiya ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan industri pengolahan, tetapi juga menjadi simbol perubahan arah pembangunan Maluku—dari daerah penyuplai bahan mentah menuju pusat pengolahan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Awaiya diharapkan berkembang menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi, tempat di mana komoditas kelapa dan pala tidak hanya diproduksi, tetapi juga diolah menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat Maluku. (Red/Diskominfo Maluku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page