MEDIAINDONESIANEWS.ID – Ketua Pengurus Yayasan Hope Worldwide Indonesia, Michael Y. Tobing, menegaskan pentingnya penguatan kesehatan mental sebagai bekal bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Hal itu disampaikannya kepada sejumlah awak media di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (28/7/2026).
Menurut Michael, Hope Worldwide Indonesia berupaya membangun kesiapan mental masyarakat melalui berbagai program edukasi dan pelatihan. Selain kesehatan mental, organisasi tersebut juga memberikan literasi ekonomi dan keuangan guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan sekaligus menghindari risiko menjadi korban pinjaman online ilegal maupun penipuan digital.
“Kami melihat kesehatan mental sangat penting agar masyarakat memiliki kesiapan menghadapi tekanan dan berbagai persoalan hidup. Karena itu, kami juga memberikan literasi ekonomi dan keuangan, mengingat masih banyak masyarakat yang menjadi korban pinjaman online dan informasi yang beredar tanpa penyaringan,” ujar Michael.
Ia menjelaskan, penguatan kesehatan mental dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola asuh (parenting) dan dukungan dari orang-orang terdekat. Dalam rangka itu, Yayasan Hope Worldwide Indonesia bersama Politeknik Negeri Ambon sebelumnya telah menggelar workshop tentang ketahanan kesehatan mental.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Hope Worldwide Indonesia, lanjut Michael, berfokus pada pengembangan anak-anak dan masyarakat usia produktif melalui peningkatan keterampilan, kemampuan komunikasi, dan pengembangan kapasitas agar memiliki daya saing yang lebih baik.
“Kami ingin membangun anak-anak muda Ambon agar memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Kami juga akan membuka jejaring yang lebih luas sehingga anak-anak muda dari Ambon memiliki kesempatan berkembang di berbagai daerah maupun luar negeri,” katanya.
Saat ini, Yayasan Hope Worldwide Indonesia telah hadir di 15 kota di Indonesia, termasuk Ambon, Maluku. Selain pemberdayaan generasi muda, organisasi tersebut juga menjalankan program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan, vokasi, serta penguatan kapasitas pengasuhan anak.
Michael menilai peran ibu sangat penting dalam membentuk kualitas generasi penerus karena pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami percaya bahwa di balik anak-anak yang hebat ada ibu yang hebat. Karena itu, kami ingin membangun keluarga yang kuat bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ke depan, Yayasan Hope Worldwide Indonesia berencana memperluas kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, tidak hanya perguruan tinggi, tetapi juga sekolah menengah kejuruan (SMK). Langkah tersebut diharapkan dapat membekali para siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja. (MIN-01)















