TERNATE, – MEDIA SOSIAL Adalah platform atau aplikasi berbasis internet yang memungkinkan orang berkomunikasi, berbagi informasi, dan berinteraksi secara mudah dan cepat, baik secara individu maupun kelompok. kata sederhananya ialah media sosial dapat menjadi tempat untuk bersosialisasi, seperti berbagi pesan, foto, video, dan pendapat dengan orang lain. Media sosial bisa berfungsi sebagai komunikasi yaitu dengan mengirim pesan dengan berinteraksi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Informasi, dengan informasi kita bisa mendapatkan dan menyebarkan berita. Hiburan, dengan berbagai hiburan yang telah di sediakan seperti menonton video, melihat gambar, dan konten kreatif yang menghibur. Dengan edukasi seperti belajar dan berbagi pengetahuan. Dengan bisnis, dengan adanya media sosial kita bisa melakukan bisnis secara online melalui promosi, dan pemasaran produk. Contoh media sosial yang sering diggunakan oleh kebanyakan orang seperti, WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, YouTube, dan juga X(Twitter). Singkatnya, media sosial adalah sarana digital untuk berhubungan dan berbagi dengan orang lain secara online.
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Remaja merupakan kelompok pengguna terbesar yang memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan mengekspresikan diri. Namun. Tingginya intensitas pengguna media sosial membuat kelompok ini sangat mudah terpengaru, baik secara positif maupun negative.
Pengaruh positif media sosial terhadap perilaku remaja seperti, saran belajar dan pengembangan pengetahuan media sosial menyediakan beragam konten edukatif yang membantu remaja memperluas wawasan. Mereka dapat mengakses video pembelajaran, tutorial, maupunn informasi karier. Media ekspresi diri melalui foto, video, atau tulisan, remaja dapat mengekspresikan kreativitas dan identitas diri. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri. Menguatkan hubungan sosial, media sosial memudahkan remaja untuk berinteraksi, menjalin pertemanan baru, serta membangun komunitas positif yang sesuai minat dan hobi. Mendorong aktivisme sosial banyak remaja terlibat dalam kampanye sosial, kegiatan sukarela, dan Gerakan positif melalui media sosial. Sedangkan pengaruh negative media sosial terhadap perilaku remaja seperti kecanduan media sosial
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kecanduan sehingga remaja sulit mengontrol waktu, kehilangan focus, dan mengalami ganggguan tidur. Penurunan konsentrasi dan prestasi belajar konten hburan yang menarik yang membuat remaja sering menunda belajar, sulit focus, dan menurunnya motivasi akademik. Perbandingan sosial dan krisis identitas remaja sering membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial sehinggah meurunkan rassa percaya diri dan memicu kecemasan. Cyberbullying media sosial membuka peluang terjadinya perundungan online yang dapat berdampak buruk pada kondisi emosional remaja. Terpengaruh tren negative. Remaja mudah mengikuti tren viral yang berbahaya, yang tidak sesuai norma, atau gaya hidup konsumtif. Paparan konten yang tidak sesuai, seperti konten kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, dan penipuan online itu dapat memengaruhi caa berpikir dan perilaku remaja.
Faktor-faktor yang membuat remaja mudah terpengaruh media sosial:
Remaja sedang dalam fase pencarian jati diri
Emosi yang belum stabil membuat mreka sensitive terhadap komentar
Lingkungan pertemanan yang aktif bemedia sosial
Penurunan kemampuan komunikasi langsung
Ketergantungan digital
Kesulitan mengatur waktu
Cara mengatasi dampak negative media sosial, sebagai berikut:
Meningkatkan litersi digital. Remaja perlu di ajarkan etika, digital, privasi, dan cara memilih konten yang bermanfaat.
Mengatur waktu penggunaan semisalnya membatasi jam penggunaan media sosial untuk mencegah kecanduan.
Pengawasan orang tua. Orang tua juga harus berdialog, memantau aktifitas digital, dan menjafi teladan.
Mendorong aktifitas positif seperti mengikuti kegiatan olahraga, hobi, atau organisasi membantu remaja mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Peran dalam sekolah. Itu juga,harus dapat memberikan edukasi tentang bahaya cyberbullying dan pentingnya etika digital.
Jadi media sosial memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku remaja. Pengaruhnya dapat bersifat positif maupun negative. Oleh karena itu,remaja perlu memiliki kontrol diri, kemampua literasi digital. Serta dukungan dari keluarga dan sekolah agar agar media sosial dapat digunakan secara bijak dan bermanfaat.















