Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Wakil Ketua DPRD Maluku Soroti Sejumlah Infrastruktur Hasil Reses

MEDIAINDONESIANEWS.ID — Wakil Ketua I DPRD Provinsi Maluku, Muhammad Fauzan Rahawarin dari Partai NasDem, menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang ditemukan saat pelaksanaan reses di sejumlah desa di Maluku.

Hal tersebut disampaikan Fauzan saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun selama reses telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk ditindaklanjuti.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah kondisi jalan menuju Desa Ohoira yang hingga kini masih terdapat ruas yang belum di-hotmix. Fauzan menyebut, terdapat sekitar satu kilometer jalan yang baru dilapisi tanah putih namun belum dilakukan pengaspalan.

“Jalan yang belum selesai di-hotmix ini menjadi kendala bagi masyarakat. Debu dari jalan tersebut mengganggu rumah-rumah warga,” ujarnya.

Selain persoalan jalan, masyarakat di sejumlah desa juga menyampaikan kebutuhan pembangunan dermaga. Menurut Fauzan, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pariwisata, termasuk saat kapal-kapal asing masuk ke wilayah Maluku Tenggara.

Ia juga menyoroti kondisi Jembatan yang hingga kini belum terselesaikan. Akses tersebut dinilai penting bagi mobilitas masyarakat sehingga diharapkan dapat segera ditangani oleh pemerintah daerah.

Persoalan infrastruktur lainnya ditemukan di kawasan Kota Tual. Fauzan menyebut masih terdapat jalan lingkungan di Desa Dula Laut yang belum diselesaikan. Selain itu, sejumlah sekolah tingkat SMA juga masih membutuhkan pembangunan pagar sekolah.

“Pagar sekolah juga menjadi aspirasi masyarakat karena berkaitan dengan keamanan dan aktivitas pendidikan,” katanya.

Fauzan turut menyampaikan kebutuhan fasilitas rumah dinas bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Desa Dula Laut. Menurutnya, ketersediaan rumah dinas akan membantu tenaga kesehatan yang bertugas agar dapat menetap di wilayah tersebut.

“Kalau sudah ada rumah dinas, mereka bisa menetap dan tidak harus bolak-balik,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Evu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan yang belum terselesaikan. Fauzan mengatakan, desa tersebut memiliki peran dalam distribusi air ke wilayah perkotaan di Pulau Kei Kecil, sehingga akses jalan yang memadai diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Berbagai aspirasi tersebut, kata Fauzan, telah dituangkan dalam dokumen hasil reses yang diserahkan dalam rapat paripurna DPRD Maluku.

Ia berharap aspirasi masyarakat yang diserap anggota DPRD selama reses tidak berhenti pada penyampaian dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah.

“Ketika kami melaksanakan reses, kami menyerap aspirasi masyarakat. Setelah itu, kami berharap aspirasi tersebut bisa diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Tentu ini bergantung pada eksekutif untuk menjalankan perannya dalam mengeksekusi aspirasi masyarakat,” tuturnya. (MIN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page