banner 970x250

Atap Bocor dan Plafon Nyaris Roboh, SDN 252 Halmahera Selatan Menanti Tindakan Dinas Pendidikan

MEDIAINDONESIANEWS.ID — Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 252 Halmahera Selatan di Desa Luim, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, kian memprihatinkan. Sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Pantauan langsung awak Mediaindonesianews.id di lokasi pada Rabu (14/1/2026) menunjukkan kerusakan serius pada beberapa bangunan sekolah. Kepala SDN 252 Halmahera Selatan, Santi I. Marsaoliy, mengatakan terdapat empat ruang kelas (rombongan belajar) yang sudah tidak dapat digunakan, serta kondisi jamban sekolah yang rusak parah.

Menurut Santi, sebagian bangunan sekolah yang dibangun sejak tahun 2005 kini mengalami kerusakan signifikan. Kerusakan tersebut meliputi atap bocor, plafon yang rusak dan nyaris roboh, serta lantai yang retak, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

“Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan sangat mengganggu proses belajar mengajar. Kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2023 sekolah sempat mendapatkan rehabilitasi untuk beberapa ruang kelas setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Namun hingga kini masih terdapat empat ruang kelas dengan kategori rusak berat yang membutuhkan rehabilitasi menyeluruh atau pembangunan baru.

Selain ruang kelas, SDN 252 Halmahera Selatan juga membutuhkan fasilitas penunjang lainnya, seperti ruang kantor sekolah, ruang guru, serta perumahan guru. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang administrasi pendidikan dan meningkatkan kenyamanan tenaga pendidik.

“Kami berharap tahun ini Dinas Pendidikan dapat mengalokasikan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi maupun pembangunan baru sesuai kebutuhan sekolah,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan para orang tua siswa. Salah seorang wali murid, Welem, mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kondisi bangunan sudah sangat tidak layak. Plafon dan atap bisa roboh kapan saja. Kami meminta agar segera diperbaiki supaya anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.

Warga Desa Luim juga mempertanyakan penggunaan anggaran pendidikan yang setiap tahun dialokasikan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Setiap tahun ada anggaran pendidikan, tetapi kondisi sekolah justru semakin parah. Ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan, Siti Khodijah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh awak media, menyampaikan apresiasinya atas informasi yang disampaikan masyarakat.

“Terima kasih atas informasinya. Insyaallah akan dimasukkan dalam daftar pembangunan berikutnya sesuai kondisi keuangan daerah. Insyaallah akan diprioritaskan jika situasi memungkinkan,” ujarnya.

Masyarakat Desa Luim berharap Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret, baik melalui rehabilitasi berat maupun pembangunan baru, agar SDN 252 Halmahera Selatan kembali menjadi tempat belajar yang aman dan layak.

Kabiro Halsel: Munces

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page