MEDIAINDONESIANEWS.ID – Ikatan Pelajar Mahasiswa Gumira (IPMAG) Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, resmi menggelar pembukaan Safari Ramadan 1447 H di Desa Gumira, Senin malam (23/02/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang refleksi bagi masyarakat dan generasi muda setempat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Ketua Umum IPMAG, Siti Rizky A. Torano, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum universal untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di tingkat desa.
Menurutnya, di tengah masyarakat yang majemuk, bulan suci ini harus menjadi pengingat akan pentingnya persatuan. Perbedaan latar belakang, suku, maupun pandangan politik, kata dia, tidak boleh menjadi penghalang untuk berbuat kebaikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk duduk bersama, berbagi takjil, dan menebar kemaslahatan,” ujarnya di hadapan warga.
Soroti Tantangan Generasi Muda
Dalam kesempatan tersebut, IPMAG juga menyoroti fenomena sosial yang terjadi di kalangan generasi muda. Organisasi ini menilai adanya pergeseran nilai akibat ketergantungan terhadap teknologi, khususnya permainan daring (game online), yang dinilai berpotensi menggerus nilai-nilai lokal.
Siti Rizky menegaskan, Safari Ramadan tahun ini tidak difokuskan sebagai ajang kompetisi semata, melainkan sebagai sarana edukasi dan pembinaan karakter.
“Safari ini merupakan ruang untuk mengasah potensi generasi muda yang kian tergilas zaman. Ada ancaman pada aspek moralitas dan pergaulan ketika generasi kita lebih fokus pada game online daripada pengembangan diri,” tegasnya.
Dorong Transparansi dan Kolaborasi Desa
Selain isu kepemudaan, IPMAG turut memberikan catatan terhadap kondisi pemerintahan desa. Siti Rizky menyebut kondisi objektif desa saat ini sebagai tantangan yang memerlukan perubahan nyata, terutama dalam tata kelola pemerintahan.
IPMAG mendorong kolaborasi yang sehat antara pemerintah desa dan masyarakat melalui tiga pilar utama, yakni:
1. Kerja sama lintas sektor dalam pembangunan desa.
2. Keterbukaan informasi publik terkait kebijakan desa.
3. Tanggung jawab penuh dalam pengelolaan aset dan anggaran desa.
Mengacu pada regulasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), ia menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia.
IPMAG, lanjutnya, berkomitmen menjadi mitra kritis sekaligus motor penggerak kemajuan desa melalui jalur pendidikan dan pelestarian tradisi lokal.
“Tradisi lokal adalah momentum sakral. Ini adalah langkah IPMAG untuk mendorong lahirnya generasi Gumira yang lebih baik dan tetap berpegang pada akar budaya,” pungkasnya.
Reporter: (Said Jumat)















