MEDIAINDONESIANEWS.ID — Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menegaskan pentingnya peran Ikatan Alumni Pattimura (Ikapati) dalam menghimpun serta mendata potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor guna mendukung pengembangan perguruan tinggi dan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Fredy Leiwakabessy kepada sejumlah awak media usai acara pelantikan pengurus Ikapati di Ruang Pertemuan Swiss-Belhotel Ambon, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, keberadaan organisasi alumni telah memiliki dasar yang jelas sebagaimana diatur dalam Pasal 21 mengenai alumni Universitas Pattimura. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa alumni adalah mereka yang pernah menempuh pendidikan dan lulus dari Universitas Pattimura.
Ia menjelaskan, para alumni kemudian terhimpun dalam organisasi kemasyarakatan bernama Ikatan Alumni Pattimura (Ikapati) yang bersifat mandiri dan menjunjung tinggi kehormatan organisasi. Struktur organisasi dan tata kerja Ikapati sendiri diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Selain itu, kata Leiwakabessy, pengelolaan organisasi alumni juga telah memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 20 Tahun 2025.
Fredy mengungkapkan, kepengurusan Ikapati yang baru dilantik merupakan hasil dari Musyawarah Besar (Mubes) II Ikapati. Meski organisasi alumni telah ada sejak tahun 1970-an, pembentukan struktur organisasi secara lebih sistematis baru berkembang pada periode kepengurusan pertama dengan masa bakti 2021–2025.
“Ke depan kami berharap Ikapati dapat berkontribusi dalam mendata seluruh potensi alumni yang ada, baik yang bekerja di pemerintahan, swasta, profesional, legislatif, wirausaha hingga yang mengabdi di desa-desa,” ujarnya.
Menurut Fredy, pendataan tersebut penting untuk mengetahui kekuatan sumber daya alumni Universitas Pattimura yang telah berkiprah di berbagai bidang. Keberhasilan para alumni diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.
Ia menambahkan, para mahasiswa dapat melihat bahwa banyak lulusan Universitas Pattimura telah memiliki pekerjaan yang berkualitas di masyarakat. Kondisi tersebut diyakini akan mendorong semangat belajar sekaligus menarik minat lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan studi di Universitas Pattimura.
Saat ini Universitas Pattimura memiliki sekitar 115 program studi, yang dinilai memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.
“Harapannya adik-adik lulusan SMA dan SMK tidak perlu lagi jauh-jauh kuliah ke luar daerah karena Universitas Pattimura mampu mendidik kader-kader terbaik bangsa,” katanya.
Fredy juga menyebutkan bahwa alumni Universitas Pattimura telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Batam, Jakarta, Surabaya, hingga sejumlah kabupaten dan kota lainnya. Bahkan di Batam, banyak alumni teknik Universitas Pattimura yang telah mengembangkan industri perkapalan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan tinggi saat ini mengarah pada konsep kolaborasi global, yakni pergeseran dari kompetisi antarperguruan tinggi menuju kerja sama yang lebih luas.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Universitas Pattimura diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Maluku.
Fredy mengungkapkan, pihaknya juga telah berdiskusi dengan pemerintah pusat terkait penguatan konsolidasi perguruan tinggi di Maluku. Universitas Pattimura bahkan dipercaya untuk memimpin sebuah konsorsium perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Konsorsium tersebut akan difokuskan pada dua agenda utama, yakni pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.
“Setelah Lebaran nanti konsorsium ini akan kita perkuat dengan fokus pada tiga sektor utama, yaitu kemaritiman, ketahanan pangan, dan pariwisata,” jelasnya.
Pada sektor kemaritiman, pengembangan akan diarahkan pada budidaya perikanan yang terintegrasi dengan konservasi ekosistem pesisir seperti lamun dan terumbu karang. Sementara pada sektor ketahanan pangan, pengembangan difokuskan pada komoditas lokal seperti sagu dan berbagai jenis umbi-umbian.
Di bidang pariwisata, potensi kelautan Maluku juga akan dikembangkan secara terpadu.
Selain itu, Universitas Pattimura juga terus menyiapkan sumber daya manusia melalui berbagai program studi, di antaranya geologi, perminyakan, serta program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah menerima mahasiswa selama dua tahun terakhir.
Fredy menegaskan bahwa penguatan program studi tersebut merupakan bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan tenaga profesional yang dibutuhkan oleh dunia industri di masa depan,” tutupnya. (AHL)















