MEDIAINDONESIANEWS.ID — Executor Program Festival Budaya “Merajut Melody Warisan” Senandung Jukulele, Stefanus Sahetapy, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan musik jukulele Maluku agar semakin dikenal, tidak hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Sahetapy usai pembukaan Festival Budaya Senandung Jukulele yang berlangsung di Gedung Teater Paulus PEE Taman Budaya, Ambon, Selasa (12/5/2026).
Menurut Sahetapy, penyelenggaraan konser tahun ini merupakan pelaksanaan festival yang ketujuh. Ia menjelaskan, festival kali ini terlaksana melalui kerja sama dengan Program Pemajuan Kebudayaan, setelah sebelumnya kegiatan serupa telah digelar dalam berbagai bentuk kolaborasi seni dan budaya.
“Tujuan utama kami adalah bagaimana jukulele bisa terus berkembang dan menjadi identitas budaya yang kuat dari Maluku untuk Indonesia,” ujarnya kepada awak media.
Ia mengakui proses penyelenggaraan festival tidak selalu berjalan mudah. Tahun sebelumnya, kata dia, program tersebut sempat gagal dalam proses seleksi pendanaan. Namun, pihaknya kembali mengikuti seleksi nasional bersama ribuan peserta dari seluruh Indonesia hingga akhirnya berhasil memperoleh dukungan untuk pelaksanaan festival tahun ini.
“Peserta seleksi mencapai ribuan dari seluruh Indonesia dan kami bersyukur akhirnya bisa lolos serta melaksanakan festival ini,” katanya.
Festival Budaya Senandung Jukulele tahun ini juga menghadirkan sejumlah kolaborasi seni, termasuk pertunjukan tari yang dipadukan dengan musik jukulele. Sahetapy menegaskan pihaknya tidak berfokus mengejar rekor semata, melainkan lebih kepada membangun motivasi bagi para pelaku seni dan generasi muda agar terus berkarya.
“Kami ingin memberi semangat kepada teman-teman seniman untuk tetap berkarya meskipun banyak tantangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan jukulele di Maluku saat ini dinilai cukup signifikan. Bahkan, komunitas dan pemain jukulele di Maluku disebut telah mencapai ribuan orang dan menjadi bagian penting dalam mendukung identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Pada kesempatan itu, Sahetapy juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku, Ambon Music Office, Pemerintah Kota Ambon, serta Pemerintah Provinsi Maluku yang dinilai turut berkontribusi sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ucap Stefanus. (AL)















