Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Ketua Wilayah PSI Maluku Optimistis Raih Kursi DPR RI, Soroti Operasional Blok Masela

MEDIAINDONESIANEWS.ID Ketua Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku, Ricky Jauwerissa, menyatakan optimistis partainya mampu memperkuat basis politik di Maluku dan menargetkan memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan, Ricky Jauwerissa, saat ditemui sejumlah awak media usai kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) di Hotel Zest Ambon, Jumat (11/7/2026).

Menurut Ricky, kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam PSI diyakini akan mendorong semakin banyak tokoh di Maluku untuk bergabung. Ia berharap seluruh kader dan simpatisan memiliki tujuan yang sama, yakni berpolitik untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya di Provinsi Maluku.

“Kami optimistis pada Pemilu 2029 PSI dapat memperoleh kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan partai, Ricky Jauwerissa juga selaku Bupati KKT  menyoroti rencana pengoperasian Proyek Strategis Nasional Blok Masela yang dijadwalkan dimulai pada 16 Juli 2026. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menghadiri agenda tersebut sehingga menjadi momentum yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku.

Menurutnya, operasional Blok Masela diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya para pencari kerja di Maluku, untuk mempersiapkan diri agar dapat bersaing mengisi peluang kerja yang akan tersedia. Pemerintah daerah, kata dia, juga terus mendorong agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Terkait proses pembebasan lahan di kawasan proyek, Ricky mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku telah membentuk tim penanganan persoalan sosial kemasyarakatan yang bertugas mengkaji berbagai dampak yang timbul, termasuk penyelesaian persoalan hak-hak masyarakat atas lahan.

Sebagai bagian dari masyarakat adat, ia berharap seluruh proses pengadaan lahan dilakukan secara transparan, adil, dan mengedepankan kepentingan masyarakat yang selama ini mengelola kawasan tersebut.

Ia menambahkan, hingga saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap awal berupa persiapan lahan, sementara pembangunan fasilitas pendukung lainnya belum dimulai. (MIN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page