MEDIAINDONESIANEWS.ID — Dua putra-putri terbaik Maluku yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, kembali ke daerah dan melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing.
Kedua Paskibraka nasional utusan Provinsi Maluku tersebut adalah Cinzia Christiovani Marantika dari SMA Siwalima Ambon dan Louise Adriano Hutasoit dari SMA Negeri 2 Ambon. Setelah menuntaskan tugas kenegaraan serta mengikuti pendidikan dan pelatihan selama kurang lebih 40 hari di Jakarta, keduanya kembali ke Ambon untuk melanjutkan aktivitas pendidikan di sekolah masing-masing.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku, Daniel E. Indey, mengatakan pengalaman dan pembinaan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dan pelatihan Paskibraka nasional diharapkan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat pengabdian keduanya.
“Kami berharap dengan bekal pelajaran dan pelatihan yang mereka ikuti selama kurang lebih 40 hari di Jakarta, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka ke depan. Kami juga berharap mereka dapat memotivasi adik-adiknya, terutama siswa kelas 10, untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun 2027 mendatang,” ujar Indey saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).
Menurut Indey, keberhasilan Cinzia dan Louise menjadi Paskibraka nasional merupakan kebanggaan bagi Maluku sekaligus momentum untuk mendorong semakin banyak generasi muda dari berbagai sekolah di Maluku mengikuti seleksi Paskibraka.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Kesbangpol berkomitmen memberikan kesempatan yang luas dan setara kepada generasi muda dari seluruh wilayah Maluku untuk mengikuti seleksi tersebut.
“Bukan hanya dari SMA Siwalima maupun SMA Negeri 2 Ambon. Kami berharap adik-adik dari SMA negeri lainnya, SMK, maupun Madrasah Aliyah yang ada di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dapat turut berpartisipasi sebagai Paskibraka pada tahun 2027,” katanya.
Indey menambahkan, keikutsertaan dalam Paskibraka bukan semata-mata menjadi bagian dari upacara kenegaraan. Menurutnya, proses tersebut juga menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
“Kami ingin adik-adik memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, negara, dan khususnya Provinsi Maluku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Indey menyampaikan bahwa Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sejak awal memberikan perhatian dan dukungan kepada kedua Paskibraka tersebut. Saat pelepasan pada 14 Juli 2026 untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Jakarta, Gubernur secara langsung menyampaikan harapan agar keduanya dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Bapak Gubernur sangat menaruh harapan agar kedua adik kita ini dapat memberikan yang terbaik untuk Provinsi Maluku, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga. Mereka adalah utusan Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga kami berharap mereka dapat mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” ungkap Indey.
Kembalinya Cinzia dan Louise ke sekolah masing-masing diharapkan bukan menjadi akhir dari perjalanan mereka sebagai Paskibraka, melainkan menjadi awal untuk menularkan nilai-nilai disiplin, nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat berprestasi kepada lingkungan sekolah serta generasi muda Maluku lainnya.
Pemerintah Provinsi Maluku juga mengajak seluruh pelajar di 11 kabupaten/kota memanfaatkan seleksi Paskibraka Tahun 2027 sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri, mengukir prestasi, sekaligus mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional. (Red/Diskominfo Maluku)















