NAMROLE, MEDIAINDONESIANEWS.ID — Dalam rangka penyempurnaan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD), berlangsung di Aula Kantor Bupati setempat. (25/3/24).
Turut hadir dalam kegiatan FGD ini, Kepala Bappeda Litbang Buru Selatan, Melkior Solissa, pimpinan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD), tim percepatan pembangunan daerah dan sejumlah pemateri yang di hadirkan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Buru Selatan.
Kegiatan forum grup discussion (FGD) tersebut secara resmi dibuka Bupati Safitri Malik Soulisa.
Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya mengatakan, dilaksanakannya Forum diskusi ini dimaksudkan untuk mendapatkan saran dan masukan dari seluruh Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyempurnakan rancangan awal, RPJPD Kabupaten Buru Selatan tahun 2025-2045.
Lanjut Safitri, untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan RPJPD ini bertujuan untuk menyusun dan menyepakati pedoman pembangunan termasuk kebijakan dana dan sarana pembangunan jangka panjang yang terarah untuk tahun 2025-2045.
“Diungkapkan Safitri, kegiatan ini menjadi wadah untuk menyepakati dasar penyusunan RPJPD secara teknokratif sebagai landasan dalam perumusan visi, misi dan program bagi calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada serentak tahun 2024 yang akan datang,” ungkanya.
Kemudian dikatakan Safitri, FGD yang dilakukan ini sebagai dasar atau acuan penyusunan perencanaan pembangunan yang dilakukan dengan menyelaraskan sasaran, strategis, arah kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah.
Selanjutnya diharapkan Safitri, dengan dilaksanakannya Forum Grup Discussion (FGD) ini semoga dapat membuka ruang wawasan dalam mengimplementasikan penyusunan dokumen rancangan awal RPJPD Kabupaten Buru Selatan tahun 2025-2045, sehingga dapat menghasilkan perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas,” harapnya.
“Dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas tentu sangat memperhatikan aspek ke terukuran dan konektivitas keberlanjutan target indikator capaian melalui perumusan dan kesepakatan sasaran dan indikator perencanaan pada masing-masing urusan pembangunan dalam periode jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek,” kata Safitri.
“Saya kira ini yang perlu diperhatikan dalam proses diskusi disaat ini, sehingga hasil yang diperoleh melalui FGD ini akan berdampak pada proses pembangunan daerah di kabupaten Buru Selatan,” tutupnya. (Red-MIN)















