Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Gubernur Maluku Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Tangani Stunting dan Berdayakan UMKM

MEDIAINDONESIANEWS.ID Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama penanganan stunting, penguatan gerakan orang tua asuh, dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Hendrik saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Provinsi Maluku yang dirangkaikan dengan kegiatan penanganan stunting, gerakan orang tua asuh, dan pemberdayaan UMKM di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (26/8/2026).

Menurut Hendrik, Konferwil tidak semata-mata menjadi forum organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mengonsolidasikan gagasan, sekaligus merumuskan langkah strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Konferensi Wilayah bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan. Lebih dari itu, Konferensi Wilayah harus menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan organisasi, evaluasi perjalanan, serta perumusan langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan umat, bangsa dan daerah,” kata Hendrik.

Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis karena jejaring organisasinya menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan keluarga, mendidik generasi, meningkatkan kehidupan keagamaan, serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Hendrik mengapresiasi keputusan Muslimat NU Maluku yang mengintegrasikan agenda organisasi dengan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Terkait penanganan stunting, Hendrik menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia di Maluku.

“Stunting bukan semata persoalan kesehatan. Ia adalah persoalan masa depan sumber daya manusia. Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan gotong royong: pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan gerakan orang tua asuh sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, kata Hendrik, ingin memastikan setiap anak di Maluku memperoleh hak untuk tumbuh sehat, mendapatkan gizi yang cukup, mengakses pendidikan yang layak, serta memiliki masa depan yang baik.

Selain kesehatan dan perlindungan anak, Hendrik menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM. Ia berharap pelaku UMKM, khususnya usaha yang digerakkan perempuan dan para ibu, terus didorong untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

“UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas. Artinya: akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif,” tegasnya.

Hendrik menyebut Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, kerajinan, kuliner hingga berbagai produk kreatif masyarakat. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu menembus pasar lebih luas.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada aspek produksi. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, akses permodalan, hingga pemasaran.

“Saya berharap Muslimat NU dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi digital serta perluasan jejaring pemasaran,” kata Hendrik.

Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Maluku terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU, agar program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Mari kita rapatkan barisan. Mari kita bangun kolaborasi untuk mewujudkan keluarga Maluku yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera,” ajaknya.

Hendrik berharap Muslimat NU Maluku terus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, melindungi dan mencerdaskan generasi, serta memberdayakan perempuan sebagai salah satu pilar penting pembangunan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Hendrik menyampaikan selamat melaksanakan Konferwil IV Muslimat NU Maluku. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, serta kontribusi terbaik bagi masyarakat dan daerah.

“Semoga forum ini melahirkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, dan kontribusi terbaik bagi umat dan daerah,” pungkasnya.

Konferwil IV Muslimat NU Maluku turut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Siti Aniroh Slamet Efendy, SE, Wakil Ketua NU Maluku Dr. Abu Bakar Kabakoran, S.Ag., M.Si., jajaran Forkopimda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, jajaran pengurus wilayah Muslimat NU Maluku, pimpinan Muslimat NU dari 11 cabang dan kota se-Maluku, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta peserta Konferwil IV Muslimat NU Maluku.(Red/Diskominfo Maluku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page