Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Anos Yeremias: Blok Masela Harus Jadi Momentum Penguatan SDM Lokal

MEDIAINDONESIANEWS.ID – Anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, menegaskan proyek strategis nasional Blok Masela harus menjadi momentum penguatan sumber daya manusia (SDM) Maluku, sehingga manfaat pengembangannya tidak hanya dirasakan dari sisi investasi dan produksi gas, tetapi juga melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.

Menurut Anos, keberhasilan pengembangan Blok Masela harus diukur dari sejauh mana proyek tersebut mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Maluku dan meningkatkan kapasitas SDM agar dapat berperan dalam seluruh tahapan industri migas.

“Groundbreaking Blok Masela merupakan momentum bersejarah bagi Maluku. Keberhasilannya harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama melalui terbukanya kesempatan kerja bagi putra-putri daerah,” ujarnya kepada wartawan di Ambon, Jumat (10/7/2026).

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya segera menyusun langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal sejak dini. Menurutnya, pengembangan SDM tidak boleh menunggu hingga proyek memasuki tahap konstruksi atau produksi.

Anos menilai persiapan sejak awal diperlukan agar tenaga kerja asal Maluku memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri minyak dan gas bumi serta mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, ia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal Blok Masela yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan pelaksana proyek, perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), dunia usaha, dan organisasi profesi.

Menurutnya, satgas tersebut dapat bertugas melakukan pendataan pencari kerja lokal, memetakan kebutuhan tenaga kerja sesuai tahapan proyek, menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi berstandar industri migas, menyiapkan program beasiswa dan magang, serta membangun mekanisme rekrutmen yang terbuka dengan mengutamakan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi.

Anos juga menilai Maluku memerlukan peta jalan (roadmap) pengembangan SDM yang terukur, memiliki target waktu yang jelas, didukung pendanaan, dan dievaluasi secara berkala agar manfaat Blok Masela benar-benar dirasakan masyarakat.

“Blok Masela akan beroperasi selama puluhan tahun. Karena itu, proyek ini harus menjadi katalis lahirnya tenaga-tenaga profesional asal Maluku yang mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia mengingatkan agar masyarakat Maluku tidak hanya menjadi penonton ketika proyek mulai berjalan. Menurutnya, peluang kerja dan manfaat ekonomi harus dinikmati secara optimal oleh masyarakat daerah melalui kebijakan yang berpihak pada penguatan kapasitas SDM lokal.

“Harapan masyarakat harus dijawab dengan langkah nyata. Jangan sampai kesempatan yang ada justru lebih banyak dimanfaatkan oleh tenaga kerja dari luar daerah,” tegasnya.

Anos berharap pemerintah daerah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menyiapkan SDM sejak sekarang sehingga ketika Blok Masela memasuki fase produksi, putra-putri Maluku telah siap mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah. (MIN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page