NAMROLE, MEDIAINDONESIANEWS.ID – Bawaslu Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar Deklarasi Damai Anti Politik Uang dan Politisasi Sara, berlangsung di Alun-alun Kota Namrole. Minggu, (17/11/2024).
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Ketua Bawaslu Bursel, Robo Souwakil dan Jajarannya, Komisioner KPU Bursel, Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 La Hamidi-Gerson Eliaser Selsily, sementara Paslon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 dan 3 diwakili oleh Tim Pemenang, Sekretaris Daerah, Ruslian Makatitta, TNI/Polri, PKD dan Tamu undangan lainnya.
Ketua Bawaslu Bursel Robo Souwakil dalam sambutannya mengatakan, Esensi dari pada demokrasi adalah sebuah kontestasi yang dilahirkan untuk menyeleksi pemimpin yang terbaik dari yang baik.
“Oleh karena itu Saya meminta untuk kita berkolaborasi untuk melaksanakan dipertengahan tahapan penyelenggaraan Pilkada agar komitmen bahu membahu melawan segala bentuk ketidakadilan, segala bentuk kecurangan yang akan merusak dan menghambat nilai-nilai dari pada esensi demokrasi itu sendiri,” ucap Souwakil.
Selanjutnya Souwakil menjelaskan, Perhari tanggal 17 kita sudah berada 54 hari masa kampanye kalau kita menelisi kembali di tanggal 25 September paska penetapan tanggal 22 tiga hari setelah itu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan kampanye per hari ini kalau saya tidak keliru itu kita sudah berada di 45 hari.
“Itu berarti lanjut Ketua Bawaslu Bursel ini, di suasana kampanye paslon masih mempunyai 6 hari lagi kedepan, dan setelah tanggal 23 itu masa kampanye paslon sudah tidak ada dan tanggal 24, 25 dan 26 itu kita sudah masuk di masa tenang.
Kemudian dikatakan orang nomor 1 di Bawaslu Bursel ini, Saya ingin menyampaikan kekecewaan dari kami Bawaslu bahwa, sepanjang saya menjadi penyelenggara pemilu dari tahun 2017 di tingkat kabupaten mulai dari Panwaslu sampai berubah nomenklatur sebagai Bawaslu kalau dihitung sudah 3 periode.
Sambungnya, Saya merasa kecewa karena kontestasi ini di penuhi dengan tulisan-tulisan yang tidak bagus di media-media sosial, dan semestinya peran-peran untuk mendamaikan kondisi ini bukan saja hanya pada penyelenggara baik KPU dan Bawaslu tetapi juga ada pada semua komponen-komponen yang ada di Bursel terutama pimpinan partai yang mengusung paslon.
Menurutnya, karena dengan demikian kita tidak begitu merasa getaran-getaran yang cukup signifikan termasuk di media sosial, kenapa saya sampaikan kekecewaan karena jujut kami tidak punya kewenangan untuk membatasi atau menelusuri apa yang ada di media sosial dalam hal ini Facebook dan lain-lain.
“Ini menjadi hal penting, oleh karena itu kata Souwakil, Saya sampaikan kepada semua pasangan calon dan tim sukses serta partai politik dan bahkan relawan yang tersebar di 6 kecamatan agar manfaatkanlah disisa 6 hari ini dengan mengadu gagasan, dan menyampaikan visi-misi untuk masyarakat lebih tahu apa yang bapak/ibu buat di pasca bapak/ibu terpilih di tanggal 27 November dan kemudian rekapitulasi yang akan berlanjut di bulan Desember nanti.
“Sehingga kontestasi lima tahunan setelah itu kita meninggalkan legasi baik buat generasi bahwa kontestasi pada 2024 itu kompetitornya sangat hebat dan punya isi yang cukup dalam,” ajaknya.
Pada kesempatan itu Ketua Bawaslu Bursel ini informasikan kepada pak sekda dan seluruh stakeholder yang hadir pada hari ini bahwa Bawaslu dalam penanganan pelanggaran itu sudah menemukan dugaan pelanggaran netralitas ASN sebanyak 4 orang, dan dari 4 orang itu 2 orang sebelum penetapan pasangan calon dan itu sudah direkomendasikan ke BKN, dan duanya lagi di masa kampanye salah satunya itu adalah salah satu kepala Desa di kecamatan Kepala Madan.
Ingat disampaikan kepada Basudara semua, teman-teman Panwascam, sekretariat dan PKD bahwa BKN lebih serius untuk menangani pelanggaran netralitas ASN, dan di seluruh kabupaten kota yang terdiri dari 11 Kabupaten Kota yang ada di Maluku, dan yang pertama merokemdasikan pelanggaran Netralitas ASN itu adalah Kabupaten Buru Selatan. Ini adalah bentuk keseriusan Bawaslu dan konsistensi Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu,” tegas Souwakil.
“Ini informasi-informasi penting yang dapat kami sampaikan sehingga dikemudian hari dianggap Bawaslu tidak bekerja. Bawaslu sangat bekerja secara maksimal,” tutupnya. (M-05)















