MEDIAINDONESIANEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Halmahera Tengah pada Rapat Paripurna (Rapurna) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-46 Tahun Anggaran 2025 yang digelar secara virtual dari Ruang Rapat Bupati, Kamis (4/12).
Rapurna nasional tersebut diikuti berbagai unsur pimpinan strategis, mulai dari Pangdam III, IV, dan V; Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Wadan Pusterad Aspro); Panglima TNI; perwira tinggi TNI–Polri; perwakilan kementerian; pemerintah daerah; hingga jajaran TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Kegiatan utama dipusatkan di Ruang Puskodal Opsdam, Lantai 3 Makodam XV/PTM.
Bupati Halmahera Tengah mengikuti rapat tersebut bersama Dandim 1512/Weda, Letkol Inf Fachrozie Fanani, S.H.; Ketua DPRD Halteng Zulkifli Hi. Bayan; serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perencanaan dan pembangunan daerah.
Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Teritorial (Aster) Kasad, Mayjen Rahmad Zulkarnain, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menegaskan pentingnya TMMD sebagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa. Ia menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari capaian pembangunan fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Semoga kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi mampu memaksimalkan program TMMD pada tahun 2026–2027,” ujarnya, menekankan pentingnya efektivitas dan ketepatan sasaran.
Kasad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rapurna atas kontribusinya dalam penyelenggaraan TMMD. Berdasarkan laporan 200 kabupaten/kota pelaksana, program ini dinilai berjalan baik, memberikan manfaat signifikan, serta mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa TMMD mampu menjembatani peran TNI, pemerintah daerah, dan kementerian dalam pembangunan desa.
TMMD juga diharapkan terus menjadi motor pemerataan pembangunan, terutama di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal. Kolaborasi lintas sektor disebut sebagai kunci percepatan pembangunan sekaligus penguatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Semangat gotong royong harus terus digerakkan. Kita perlu meningkatkan kolaborasi lintas sektoral melalui TMMD Ke-46 Tahun 2025 dengan semangat membangun dari pinggiran secara tepat sasaran,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kasad mengapresiasi seluruh kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta para pemangku kepentingan yang terus mendukung akselerasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Munces















