MEDIAINDONESIANEWS.ID — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Pertemuan berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan DPD RI beserta rombongan, perwakilan SKK Migas, KKKS Inpex Corporation, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Forkopimda, pimpinan OPD terkait, para bupati/wali kota se-Maluku, serta perwakilan PT Pertamina dan PT PLN (Persero),
Dalam penyampaiannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut yang dinilai menjadi ruang strategis dalam memperkuat tata kelola energi di daerah.
“Pertemuan ini sangat penting sebagai wadah bertukar pikiran, memberikan saran, serta membahas berbagai persoalan terkait pengaturan dan penguasaan energi di Maluku,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Maluku telah menyampaikan sejumlah persoalan faktual yang dihadapi di sektor energi, yang kemudian mendapat respons positif dari Komite II DPD RI maupun pihak Kementerian ESDM.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela. Dalam forum tersebut, Pemprov Maluku juga berdiskusi langsung dengan pihak Inpex sebagai operator proyek.
Menurut Gubernur, terkait kompensasi atau ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak proyek migas, pihak operator mengacu pada regulasi yang berlaku. Namun, pemerintah daerah menegaskan pentingnya memperhatikan aspirasi masyarakat setempat.
“Kami menyampaikan bahwa terdapat aturan di tingkat desa yang mengatur soal harga. Karena itu, agar proses pembangunan berjalan lancar, aspirasi masyarakat harus diakomodasi dan dipertimbangkan secara serius oleh pemerintah, Kementerian ESDM, maupun pihak Inpex,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dengan semangat kebersamaan, serta diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor energi di Maluku.
“Pertemuan berjalan dengan baik, penuh pertukaran pikiran yang sehat, dan ini demi kebaikan Maluku ke depan,” tutupnya. (Red/Diskominfo Maluku)















