banner 970x250

HMI dan Ikhtiar Melahirkan Kader Pengabdi untuk Negeri

MEDIAINDONESIANEWS.ID Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), refleksi tentang peran dan tanggung jawab organisasi kemahasiswaan tersebut kembali mengemuka. Selama 79 tahun perjalanan sejarahnya, HMI dinilai tetap konsisten menjadi ruang pembinaan kader intelektual yang berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan.

Hal tersebut disampaikan Alfian M. Hamzah, salah satu kader HMI, yang menilai usia 79 tahun bukan sekadar angka, melainkan jejak panjang perjuangan dan pengabdian HMI bagi umat dan bangsa.

“HMI adalah rumah besar bagi insan muda dengan latar belakang yang beragam. Di dalamnya, kader belajar tentang nilai, pengabdian, dan proses pendewasaan,” ujar Alfian dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, HMI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi, tetapi juga sebagai rumah ideologis tempat nilai keislaman dan keindonesiaan dipertemukan serta dirumuskan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa HMI mengajarkan pentingnya memadukan iman, ilmu, dan kemanusiaan dalam setiap peran sosial kader.

Alfian juga mengakui bahwa HMI bukanlah organisasi yang bebas dari perbedaan dan dinamika internal. Namun, justru dari proses dialektika dan perbedaan tersebut, kader ditempa untuk bersikap dewasa, kritis, serta bertanggung jawab terhadap persoalan bangsa.

“Di ruang-ruang diskusi, dalam keterbatasan, kader HMI belajar membaca ketimpangan sosial, memahami luka-luka masyarakat, dan merumuskan tanggung jawabnya sebagai insan akademis,” katanya.

Memasuki usia ke-79, tantangan yang dihadapi HMI dinilai semakin kompleks, mulai dari krisis moral, ketimpangan sosial, hingga degradasi demokrasi. Kondisi tersebut menuntut kader HMI tidak hanya aktif dalam wacana, tetapi juga hadir secara nyata dalam kerja-kerja sosial dan keberpihakan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa HMI bukan milik kelompok tertentu, generasi tertentu, maupun kepentingan sesaat, melainkan milik seluruh kader lintas generasi yang pernah dan sedang berproses di dalamnya.

“Tugas kita hari ini adalah menjaga HMI tetap inklusif, progresif, dan berorientasi pada cita-cita keumatan dan kebangsaan,” tegas Alfian.

Di akhir pernyataannya, Alfian menyampaikan harapan agar HMI terus menjadi ruang pembentukan karakter, sekolah perjuangan, serta lentera perubahan bagi bangsa.

“Selama negeri ini masih menyisakan ketimpangan dan rakyat membutuhkan pembelaan, selama nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan harus diperjuangkan, di situlah HMI akan terus hadir,” pungkasnya.

Selamat Dies Natalis HMI ke-79.

Selamanya Mengabdi untuk Negeri.

Alfian M. Hamzah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page