NAMROLE, MEDIAINDONESIANEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Maluku memberikan peringatan dini cuaca yang terjadi di Wilayah Maluku dan sekitarnya selama tiga hari yakni 13-15 Mei 2024.
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Buru Selatan, Ahmadan Loilatu meminta, baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk selalu waspada dampak dari fenomena alam tersebut. Sebab wilayah Buru Selatan saat ini sudah masuk di musim penghujan.
“Mengantisipasi adanya cuaca ekstrem, saya mengajak semua warga masyarakat untuk waspada agar supaya dampaknya bisa diantisipasi dan di minimalisir,” terang Loilatu Kepada Mediaindonesianews.id, Senin (13/5/2024).
Selain itu kata Loilatu, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca alam di musim penghujan ini.
“Agar semua masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan jika ada potensi bencana,” imbuhnya.
Masyarakat, lanjut Politisi PAN Bursel ini, diimbau tidak melakukan aktivitas di daerah rawan dan berbahaya jika hujan deras turun disertai angin kencang, gelombang tinggi dan banjir “Contohnya, berteduh di bawah pohon yang rawan roboh diterjang angin kencang. Begitu juga saat berkendara baik di darat maupun di laut ketika hujan deras, angin kencang dan banjir serta gelombang tinggi agar sebisa mungkin jangan menerjang tapi berhenti mencari tempat yang aman untuk menunggu hingga hujan, angin kencang, banjir dan gelombang tinggi agak redah,” pintanya.
Dan hal yang tidak kalah penting, menurut Ketua DPD PAN dan juga Anggota DPRD Bursel ini, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh di musim hujan.
“Jika biasanya sering olahraga, untuk menjaga tubuh tetap sehat bisa dilakukan secara rutin dan menambah konsumsi air putih serta makanan yang sehat,” katanya.
Dirinya juga meminta masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar saat musim hujan, untuk bekerja bakti membersihkan lingkungan.
“Ini penting dilakukan untuk mencegah banjir dan genangan air jika hujan deras, karena kondisi saluran air yang sering dibersihkan akan mencegah terjadinya banjir. Jangan sampai saat hujan kondisi selokan dangkal dan banyak sampah, ini akan berdampak pada lingkungan kita nantinya,” jelasnya.
“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung serta gelombang tinggi. Terutama bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana,” pungkasnya.(Red-MIN)















