MEDIAINDONESIANEWS.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku, Yunus Serang, mengajak seluruh masyarakat Kota Tual untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul bentrokan antar kelompok warga yang terjadi di Desa Fidatan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, pada Selasa (26/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIT. Insiden saling serang antara warga Fidatan Kampung Lama dan Kampung Baru itu menyebabkan sejumlah korban, termasuk Kapolres Tual.
“Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah untuk berbenah diri dan memperdalam hubungan dengan Tuhan serta sesama manusia. Semoga kita semua dapat memahami makna sebenarnya dari bulan yang suci ini,” ujar Yunus dalam keterangan persnya di Ambon, Rabu.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru, Yunus menilai momentum Ramadhan seharusnya menjadi ruang refleksi dan penguatan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta meningkatkan kepedulian antarsesama. Ia mengingatkan seluruh warga agar saling menghargai perbedaan, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Yunus mendorong peran aktif pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengurus RT dan RW untuk memperkuat pengawasan serta membangun kerja sama yang sinergis dalam mencegah potensi konflik.
“Kita perlu melakukan pengawasan dan kerja sama yang sinergis untuk mencegah aktivitas yang dapat meresahkan dan menjadi pemicu konflik antarwarga maupun gesekan yang tidak diinginkan,” katanya.
Yunus menambahkan, dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, suasana Ramadhan di Kota Tual diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah. Saat ini, Kota Tual mulai dilirik sejumlah investor di sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu, Kota Tual juga menjadi lokasi pelaksanaan program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan peletakan batu pertama pembangunan di Ohoi Lebetawi, Kecamatan Dullah Utara.
Menurut Yunus, kondisi keamanan yang stabil akan memberikan kepercayaan bagi investor serta mendorong percepatan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. (AHL)















