banner 970x250

Kunjungan Kerja DPRD Halsel ke Pemkab Halteng: Studi Tiru Penguatan PAD dan Kesejahteraan Aparatur

MEDIAINDONESIANEWS.ID — Sebanyak 15 anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dari Komisi I dan II melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Pemkab Halteng), Kamis (4/12). Rombongan dipimpin Ketua DPRD Halsel, Salma Samad, dan diterima langsung oleh Bupati Halteng, Ikram M. Sangadji, bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Ruang Rapat Bupati.

Fokus Studi Tiru: Penguatan PAD dan Kesejahteraan ASN

Dalam pertemuan itu, DPRD Halsel menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan mempelajari pola pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Halteng. Meski kedua daerah memiliki karakteristik serupa, terutama terkait potensi pertambangan, Halteng dinilai lebih optimal dalam mencapai target PAD.

Selain itu, DPRD Halsel juga menaruh perhatian pada kebijakan kesejahteraan aparatur, khususnya terkait tunjangan penghasilan pegawai (TPP) dan insentif ASN. Fokus ini muncul seiring kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), yang mempengaruhi kapasitas fiskal banyak daerah.

Harapan dari DPRD Halsel

Ketua DPRD Halsel, Salma Samad, menilai tata kelola fiskal Halteng layak dijadikan contoh.

“Kami berharap Pemkab Halsel dapat mengadopsi sebagian strategi Halteng, terutama terkait peningkatan TPP dan insentif, agar dampaknya lebih langsung dirasakan masyarakat dan aparatur,” ujarnya.

Relevansi dengan Perencanaan Pembangunan Halteng

Kunjungan ini juga berkaitan dengan agenda pembangunan Halteng yang sedang memasuki tahap penyusunan RPJMD 2025–2029. Dokumen tersebut menjadi salah satu rujukan bagi Halsel untuk mengkaji strategi peningkatan PAD, penguatan sistem pemerintahan daerah, serta pemanfaatan potensi tambang dan sumber daya lokal.

Perbandingan Data PAD 2024–2025

Halmahera Selatan (Halsel)

  • Target PAD 2025: ± Rp247 miliar
  • Realisasi per Oktober 2025: Rp220,7 miliar (89,2%)
  • Realisasi hingga Agustus 2025: Rp175 miliar dari target awal Rp215 miliar
  • Struktur PAD: didominasi pajak, retribusi, dan pemanfaatan fasilitas daerah

Halmahera Tengah (Halteng)

  • Target PAD 2025: ± Rp174 miliar
  • Realisasi per Oktober 2025: Rp166 miliar, diproyeksikan mencapai Rp177–180 miliar
  • Capaian PAD 2024: Target Rp31,98 miliar, realisasi Rp82,23 miliar (257%)
  • Sumber PAD unggulan: pajak air permukaan, pajak kendaraan bermotor, dan diversifikasi penerimaan lainnya

Analisis Perbandingan

  1. Kedua daerah menunjukkan kinerja PAD yang relatif kuat. Halteng berpotensi melampaui target 2025, sementara Halsel masih harus mengejar sekitar 10 persen dalam dua bulan terakhir.
  2. Struktur PAD Halteng lebih beragam dibanding Halsel yang masih bertumpu pada pajak dan retribusi konvensional.
  3. Keberhasilan Halteng pada 2024 dengan realisasi 257 persen menunjukkan efektivitas sistem pemungutan dan penagihan PAD.
  4. Tantangan pemangkasan TKD membuat penguatan PAD semakin krusial bagi Halsel untuk menjaga kestabilan fiskal daerah.

Pelajaran dari Halteng untuk Halsel

  • Diversifikasi sumber PAD agar tidak bergantung pada pajak tradisional.
  • Optimalisasi pendataan dan penagihan untuk meningkatkan efektivitas penerimaan.
  • Mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat sebagai antisipasi pengurangan TKD 2026.
  • Penguatan administrasi dan layanan publik agar proses pembayaran pajak dan retribusi lebih mudah serta transparan.

Reporter: (Munces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page