MEDIAINDONESIANEWS.ID – Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 64, di Desa Bisui Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), butuh perhatian lebih dari Pemerintah Deerah (Pemda) setempat melalui Dinas Pendidikan. Pasalnya, permasalahan utama yang dihadapi sekolah, sangat begitu banyak kerusakan baik dari sisi bagunanya mapun dari segi fasilitas yang lain.
Saat Awak media dilokasi pembangunan sekolah pada hari Kamis, 16/10/2025, dan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah, Aisyah Hi Abd Rahman S.Pd mengecek dan melihat langsung di berbagai ruangan kelas maupun ruangan guru, dan perpustakaan yang mengalami kondisi yang sangat memprihatingkan.
Menurut Aisyah Abd Rahman selaku Kepala Sekolah SDN 64 Halsel, penyampaiakn mengenai kondisi sekolah yang rusak, dan juga sudah memakan waktu bertahun-tahun, kini menjadi potret buram, yang harus di perhatikan oleh dinas setempat.
Lanjut Aisyah, Hal ini menjadi satu permasalahan yang ada, misalnya atap kantor bocor, dinding retak, palfon yang rusak, bahkan juga, harus ada penambahan Dua lokal Ruang belajar siswa, kondisi ini sangat penting, hal ini, tentu sangat memprihatinkan dan dapat mengganggu kenyamanan serta kualitas belajar siswa.
Terpisah salah satu warga Desa Bisui Iswan kepada awak Media ini menyampaikan, Ia berharap agar permasalahan ini dapat di tindaklanjuti sebagai bentuk perhatikan dari pemerintah Daerah, sehinga bisa di upayakan perbaikan baik dalam bentuk renovasi maupun dalam bentuk bangunan baru, yang di butuhkan sekolah SDN 64 Halsel Desa Bisui, sehinga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan yang siap fasilitasnya untuk proses berlajar-mengajar di sekolah, agar dapat meningkatkan mutu pendidika dan memajukan kualitas bagi para siswa-siswi di sekolah itu.
Dengan kondisi itu kata Iswan, kami dari masyarakat dan pihak sekolah berharap agar Dinas Pendidikan Halsel segera memberikan perhatian dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi SDN 64. Bantuan perbaikan fasilitas, penambahan ruang belajar serta dukungan lainnya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Dan warga masyarakat setempat menyatakan harapan akan perhatian dari pemerintah daerah, serta dinas pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan secara penuh,” lanjut Iswan.
Kemudian dikatakan Iswan, dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, dan dinas terkait, diharapkan SDN 64 Halsel, yang berada di Desa Bisui, dapat menjadi tempat belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa-siswi, serta mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Tambahnya, hal ini dikarenakan sejumlah fasilitas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 64 Halmahera Selatan, yang terletak di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, tampak sangat memprihatinkan. Kondisi bangunan yang rusak parah ini membuat mata publik tertuju kepada pemerintah daerah mapaun dinas pendidikan.
Selanjutnya Iswan mengatakan, dari kondisi sokolah in, kami warga masyarakat juga sering memantau di lokasi, kondisi ini sangat memprihatinkan beberapa ruang kelas yang sudah tidak lagi layak untuk digunakan sebagai tempat belajar-mengajar. Atap dan plafon yang bocor, cat dinding mengelupas, serta dinding bangunan kantor yang sudah rapuh, ruangan siswa-siswi yang tampak tidak bisa digunakan sebagai tempat untuk belajar dan juga ruangan perpustakaan juga harus di perbaikan,” ungakp warga.
“Sambungnya, sedangkan setiap tahun ada bantuan dari pemerintah lewat anggaran APBD, tapi kondisi sekolah malah semakin parah. Padahal, biaya pembagunan sekolah umumnya bersumber dari Dana Alokasi khusus (DAK),” ujar Warga.
Selain itu lebih jauh Iswan mengungkapkan, memang adanya Dana BOS yang digunakan untuk pemeliharaan ruagan seperti perbaikan atap, plafon, pengecatan, hingga kebersihan lingkungan sekolah, akan tetapi Dana BOS tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan kondisi kerusakan yang begitu banyak.
Namun kata Iswan, sedangkan anggaran DAK difokuskan pada pembangunan atau rehabilitasi ruang belajar dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya. namun yang menjadi tanda tanya besar adalah, kemana dana-dana tersebut dipergunakan sehingga kondisi SD Negeri 64 Halmahera Selatan, kini nyaris tidak terurus dan tidak layak dijadikan tempat belajar mengajar.
“Bangunan sekolah yang rusak, plafon yang hampir roboh, serta sarana belajar yang minim seolah menjadi bukti nyata lemahnya perhatian dan tanggung jawab pengelolaan dana dari pemerintah ke dinas pendidikan sampai tingkat sekolah,” terangnya.
Dengan demikian disampaikan Iswan, kami warga Desa Bisui berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan bersama Pemerintah Daerah (Pemda) segera turun tangan menindaklanjuti permasalahan ini, dan juga mendesak agar Dinas Terkait memperhatikan dan segera melakukan perbaikan secra menyeluruh terhadap pembangunan sekolah, serta memastikan agar bantuan Renovasi maupun perbaikan dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah demi meningkatan kualitas belajar mengajar di sekolah,” ungkapnya.
Setelah itu secara terpisah awak Media menghubungi Kadis pendidikan Halmahera Selatan, Ibu Siti Khodijah. S.Ag Via WhatsApp, ia menjelaskan Baik, dan Insya Allah dimasukkan dalam perencanaan program anggaran berikutnya,” jawab singkat Kadis PK Halsel.
(Reporter Munces melaporkan)















