banner 970x250

Pasangan WALLY-NUSSA ini Anti Tesa Dari Pasangan Nomor Urut 1 dan Nomor Urut 3

NAMROLE, MEDIAINDONESIANEWS.ID – Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 2, Abdul Haris Wally dan Elisa Ferianto Lesnussa dengan jargon (WALLY-NUSSA) Muhajir Bahta anggota DPRD Bursel terpilih 3 periode ini menyampaikan bahwa, Pasangan WALLY-NUSSA ini Anti Tesa dari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1 dan nomor urut 3.

Hal ini diungkapkan Muhajir Bahta Selaku Wakil Ketua Tim Pemenang Pasangan WALLY-NUSSA, usai acara debat kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan periode 2025-2030, di Ruang Konferensi Pers. Senin, (18/11/24).

Dikatakan Anggota DPRD Bursel 3 periode itu, kenapa anti tesa karena pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 3 itu dua pasangan yang pernah dimandatkan oleh rakyat untuk memimpin buru selatan.

“Kami yakin sungguh ketika rakyat ingin untuk perubahan maka tidak ada pilihan lain, rakyat tetap memilih pasangan WALLY-NUSSA”, ujar Bahta.

Kata Bahta, Lima tahun yang lalu Ibu Safitri dan pak Gerson dimandatkan oleh rakyat untuk memimpin buru selatan, dan bila rakyat merasa mereka punya keberhasilan kami tidak perlu mengajak rakyat, rakyat pasti memilih mereka, tetapi jika rakyat merasa adanya kegagalan dimasa kepemimpinan ibu Safitri dan pak Gerson, maka solusinya adalah pasangan WALLY-NUSSA menjadi pilihan yang tepat.

“Dan dari kunjungan-kunjungan di Desa dan Dusun yang kami datangi kami merasakan betul aura-aura kekecewaan dan penyesalan rakyat terhadap pemimpin yang mereka pilih,” ungkapnya.

Dijelaskan Bahta, Aura-aura penyesalan itu nampak akibat dari janji-janji program yang tidak dilaksanakan, baik membuka lapangan kerja, kelancaran transportasi laut, dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Jadi kalau mereka bilang keberhasilan itu mereka sedang berdusta dan berbohong terhadap rakyat buru selatan.

“Hari ini kami tegaskan bahwa bahkan pahlawan pemekaran yang menjadi simbol pemekaran daerah ini dilupakan, anak-anak mereka di terlantarkan dan bahkan patung mereka tidak dibangun menjadi simbol menghargai pahlawan pemekaran,” kata Wakil Ketua Tim pemenang paslon WALLY-NUSSA ini.

Ini penegasan kami. Kami menegaskan kemabali bahwa pasangan WALLY-NUSSA anti tesa, dari pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 3,” tegasnya.

Selanjutnya dikatakan Bahta, Pasangan WALLY-NUSSA ini tidak punya beban masa lalu, pasangan calon Bupati seorang Abdul Haris Wally adalah seorang aktivis, seorang pengusaha yang bergelut di dunia pengusaha di jakarta dan pasangan calon Wakil Bupati bapak Elisa Ferianto Lesnussa adalah seorang birokrat murni, anak asli, dan anak adat buru selatan.

“Maka di momentum pilkada bursel di tahun 2024 ini kata Bahta, kami persembahkan Putra-Putra Terbaik Anak Buru Selatan ini untuk apa untuk menjawab apa yang mereka mengklaim berhasil tetapi mereka berdusta.

“Kawan-kawan saya anggota DPRD yang lain yang membangun kamuflase keberhasilan. Mereka mengatakan berbeda, dipanggung DPRD mereka mengatakan kegagalan, dan dipanggung kampanye mereka mengatakan keberhasilan, mereka sangat berdusta terhadap negeri ini,” ungkap Bahta.

Lebih lanjut Muhajir menyampaikan, Sekali lagi kami tegaskan bahwa transportasi laut selama kepemimpinan Safitri dan Gerson, KM Feri Tanjung Kabat menjadi besi tua, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tidak ada, klaim 5000 lapangan kerja faktanya ada sekian ribu orang buru selatan kerja di Weda.

“Mari kita tidak perlu berdusta, katakan dengan sejujurnya. Ada beberapa program unggulan yang akan nantinya kami kucurkan dan ini menjadi kebijakan kami. Kalau Safitri dan Gerson punya program masa lalu yang disebut perempuan mandiri,” ajak Bahta.

Kemudian dikatakan Panglima pemenang paslon WALLY-NUSSA itu, Hari ini kami berikan kartu perempuan mandiri untuk ibu-ibu jibu-jibu, untuk UMKM di desa-desa yang kekurangan modal akan di suntikan modal melalui kartu perempuan mandiri, ada kartu yang namanya transportasi murah, dan juga ada kartu petani dan nelayan.

“Sekali lagi kami tegaskan atas nama tim menyampaikan apresiasi yang sungguh dalam kepada pahlawan pemekaran daerah ini,” ucapnya.

Menurut Bahta, Kekuatan kami ada pada rakyat yang tidak puas terhadap pemerintahan ini, dan hasil survei menunjukkan rakyat tidak puas terhadap kepemimpinan Ibu Safitri dan pak Gerson.

Lanjut Bahta, Itu yang kami yakini bahwa ketika rakyat tidak puas pasti rakyat tidak memilih, karena hasil survei menunjukkan angka ketidak puasan rakyat terhadap kinerja pemerintahan ibu Safitri dan pak Gerson selama kurang lebih 3 tahun lebih sekitar 70 persen.

Sehingga kata Bahta, kami tegaskan di awal tadi anti tesa dari pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 3 karena pasangan WALLY-NUSSA tidak punya beban masa lalu, pasangan WALLY-NUSSA belum pernah dimandatkan oleh rakyat. Sehingga kami tawarkan program untuk kesejahteraan rakyat buru selatan.

“Jadi untuk kecamatan Waesama akan dimenangkan oleh pasangan WALLY-NUSSA, ini harga diri saya dan kawan-kawan saya. Harga diri saya dan kawan-kawan saya terlalu mahal, Kecamatan Leksula dan Kecamatan Fenak Fafan itu milik pak Elisa, Kecamatan Kepala Madan miliki pak Abdul Haris Wally, dan Kecamatan Namrole kita akan rebut dengan angka kemenangan dari desa dan dusun, karena kami yakin sungguh rakyat buru selatan hari ini tidak puas dengan kondisi yang terjadi. Kalau orang bilang negeri ini maju itu dia sedang berdusta dan berbohong terhadap dirinya dan anak cucunya kedepan,” tegas dan optimisnya.

Dengan demikian kata Anggota DPRD Bursel terpilih 3 periode ini, pasangan WALLY-NUSSA berbeda dengan pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 3, pasangan WALLY-NUSSA ini berani lantang menyerang, berani serang, dan berani tegas untuk mengambil alih kekuasaan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Buru Selatan,” tutupnya. (M04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page