banner 970x250

SBGN Malut Teriak: Kejati dan KPK, Ayo Sidik Disnakertrans yang Diduga Jadi Agen Perusahaan

TERNATE, MEDIAINDONESIANEWS.IDSerikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Maluku Utara, dipimpin oleh Sofyan Abubakar alias Batosai, bak pahlawan bertopeng yang siap membongkar dugaan skandal di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara.

Kepada awak Media, Selasa (5/8) Dengan semangat ala detektif Sherlock Holmes, Batosai mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta untuk mengusut tuntas dugaan aliran dana misterius dari perusahaan ke pejabat Disnakertrans. Tujuannya? Membungkam hak-hak eks karyawan yang di-PHK, yang kini terlantar bak penutup toples di dapur!

Batosai, dengan gaya khasnya yang tajam namun jenaka, menuding Kepala Dinas Marwan Polisiri, Kepala Bidang Hubungan Industrial Sirajuddin Abd. Kadir, dan Mediator Jainudin Umasangaji sebagai trio yang diduga bermain “sulap” dengan hak-hak buruh. “Ini bukan sulap, ini nyata! Kami curiga ada aliran uang dari perusahaan untuk menutup mulut soal hak eks karyawan. Kami akan laporkan resmi ke Kejati dan KPK, biar semua terang benderang seperti lampu sorot di lapangan bola!” ujarnya dengan nada setengah bercanda, tapi penuh makna.

Menurut Batosai, Disnakertrans yang seharusnya jadi benteng perlindungan buruh malah berperan seperti “agen perusahaan”. Bayangkan, surat mediasi yang seharusnya kelar dalam 30 hari kerja, kini molor sampai empat bulan—lebih lambat dari kura-kura yang sedang santai jalan-jalan! “Ini bukan pelayanan publik, ini pelayanan perusahan! Kalau begini caranya, mending ganti nama dinas jadi ‘Disnakertutup’, biar sesuai!” sindir Batosai, disertai tawa kecil yang menggigit.

SBGN menegaskan bahwa korupsi dan kolusi adalah penyakit kronis yang bikin pelayanan publik jadi seperti Wi-Fi gratisan: kelihatan ada, tapi susah konek. “Pejabat yang main suap cenderung lupa tugas utama, yaitu melayani masyarakat. Buktinya, hak buruh diabaikan, sementara kantong pribadi mungkin makin tebal. Ini bukan dinas, ini drama!” kritik Batosai, sembari mengajak masyarakat untuk terus mengawal kasus ini.

SBGN Malut berjanji tak akan tinggal diam. Mereka akan terus mengawasi Disnakertrans seperti elang yang mengintai mangsa, demi memastikan hak eks karyawan yang ter-PHK tak hilang seperti kaus kaki di mesin cuci. “Kami akan kawal sampai tuntas, sampai hak buruh ditegakkan dan Disnakertrans sadar bahwa mereka bukan karyawan perusahaan, tapi pelayan rakyat!” tegas Batosai.

Jadi, akankah Kejati dan KPK mengambil kaca pembesar untuk memeriksa dugaan skandal ini? Atau Disnakertrans akan terus bermain petak umpet dengan kebenaran? Kita tunggu saja episode selanjutnya dari “Drama Antikorupsi Maluku Utara”. (Tim/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300

You cannot copy content of this page