MEDIAINDONESIANEWS.ID — Ternate. Warga Kelurahan Jati, RT 13/RW 007, Kota Ternate Selatan, menyampaikan keluhan dan harapan besar kepada Pemerintah Kota Ternate serta pihak Kelurahan Jati agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di lingkungan mereka yang kini memprihatinkan.
Pada Minggu (2/11/2025), tim MediaIndonesianews.id meninjau langsung lokasi dan bertemu dengan sejumlah warga RT 13. Warga yang enggan disebut namanya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan penghubung antara RT 13 dan RT 14 sudah hampir dua tahun terbengkalai sejak mulai dibangun pada tahun 2024.
Proyek tersebut diketahui memiliki pagu anggaran sekitar Rp250 juta yang bersumber dari program Pokir DPRD, namun hingga kini tidak juga rampung. Kondisi jembatan yang mangkrak itu telah menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.
“Hampir setiap hari kami kesulitan. Anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah harus menyeberangi kali Barangka. Kalau musim hujan, kami takut karena arus deras dan sangat berisiko,” ujar salah satu warga.
Selain jembatan, warga juga mengeluhkan kondisi jalan sepanjang kurang lebih 100 meter serta saluran drainase yang telah rusak parah selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan berarti. Akibatnya, setiap musim hujan air kerap meluap dan menimbulkan genangan di permukiman warga, mengganggu aktivitas serta membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Warga menilai, Pemerintah Kota Ternate memiliki tanggung jawab penuh untuk memperhatikan keluhan masyarakat di tingkat lingkungan. Fasilitas umum seperti jalan, jembatan, dan drainase merupakan hak warga dan kewajiban pemerintah untuk memastikan kenyamanan serta keselamatan bersama.
“Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi ini dan segera mengambil langkah konkret demi kepentingan warga di sekitar,” lanjut warga lainnya.
Menurut warga, selain proyek jembatan yang terbengkalai, kerusakan jalan di sekitar RT 13 juga diperparah akibat aktivitas alat berat seperti ekskavator dan dump truck saat awal pengerjaan proyek. Namun setelah pekerjaan berhenti, kondisi jalan dibiarkan rusak dan tidak diperbaiki lagi.
Secara terpisah, seorang warga RT 13/RW 007 lainnya juga menyampaikan bahwa kondisi jalan dan drainase di wilayah tersebut telah rusak selama puluhan tahun tanpa perhatian dari pemerintah.
“Setiap tahun kami harus turun tangan sendiri secara swadaya memperbaiki jalan dan membuat saluran air seadanya. Tapi sekarang semua sudah rusak lagi, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah,” tuturnya dengan nada kecewa.
Warga berharap agar Pemerintah Kota Ternate, Dinas PUPR, serta pihak Kelurahan Jati segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi sebenarnya dan mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur yang rusak.
“Kami hanya ingin hak kami sebagai warga dipenuhi — lingkungan yang layak, aman, dan nyaman untuk kami semua,” ungkap warga menutup perbincangan.
Reporter: Munces















